Senin, 09 Oktober 2017

ANALASIS MATERI OPERASI HITUNG ALJABAR

Analisis Materi Mata Pelajaran Kelas VIII SK-1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Analisis Materi
1.      Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi dan persamaan garis lurus.


1.1.   Melakukan operasi aljabar
                                                            

Materi Fakta
1.      Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.
2.      Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta.
3.      Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari
suatu suku pada bentuk aljabar.
4.      Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta
pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
a.       suku satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x, 4a2 , –2ab, ...
b.      Suku dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  a2+ 2,  x + 2y, 3x2 – 5x, ...
c.       Suku tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x2 + 4x – 5,  2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.


Materi Konsep
Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang dalam penyajiannya memuat huruf-huruf untuk mewakili bilangan yang belum diketahui. Bentuk aljabar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang tidak diketahui seperti banyaknya bahan bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap minggu, jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu, atau banyaknya makanan ternak yang dibutuhkan dalam 3 hari, dapat dicari dengan menggunakan aljabar.


Materi Prinsip
Pada bentuk-bentuk aljabar berlaku sifat-sifat penjumlahan
dan perkalian seperti pada bilangan bulat. Beberapa sifat tersebut antara lain:
a.  Sifat komutatif penjumlahan, yaitu a + b = b + a
b.  Sifat asosiatif penjumlahan, yaitu a + (b + c) = (a + b) + c
c.  Sifat komutatif perkalian, yaitu a × b = b × a
d.  Sifat asosiatif perkalian, yaitu  a × (b × c) = (a × b) × c
 e. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan, yaitu:
       a × (b + c) = (a × b) + (a × c)

Materi Prosedur
a.       Penjumlahan dan Pengurangan
·      Suku-suku yang dijumlahkan atau dikurangkan harus suku yang sejenis
·      Suku sejenis ditandai dengan variabal dan pangkat yang sama

Contoh :
5x ­+ 8y + 3x – 4y + 10 = (5x + 3x) + (8y – 4y) + 10
 = 8x + 4y + 10
 12x2 – 10x – 9x2 + 16x = (12x2 – 9x2) + (16x – 10x)
 = 3x2 + 6x

b.      Perkalian
Jika variable yang tak sejenis saling dikalikan maka hasilnya adalah perkalian koefesien variable tersebut.
Contoh :
a x b         = ab
5p2 x 4q   = 20p2q

Jika variable sejenis saling dikalikan maka hasilnya adalah koefisien variable tersebut dengan pangkatnya adalah jumlah pangkat variable tersebut.
Contoh :
a 2 x a   = a 2+1
              = a 3
5 a2 x 2 a3   = 10 a 2+3

c.       Pembagian
Jika variable-variabel yang tidak sejenis saling dibagi maka hasilnya adalah pembagian koefisien variable tersebut.

Contoh :
a : b =
10 x : 2y =  =

Jika variable dibagi variable yang sejenis, hasilnya sebagai berikut :
8a : 2a =  = 4
12a 2 : 4a =
                 =
                 = 3a

d.      Sifat Distributif Perkalian
Rumus :
a(b + c) = ab + ac
a(b – c) = ab – ac
(a + b) x (c + d) = ac + ad + bc + bd
(a – b) x (c – d) = ac – ad – bc – bd

e.       Perpangkatan Bentuk Aljabar
Rumus :
P2       = p x p
P3       = p x p x p
(ab)2   = ab x ab

f.       Perpangkatan Bentuk Aljabar Suku Dua
Rumus :
(a + b)2 = a2 + 2ab + b2
(a + b)3 = a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
(a – b)3 = a3 – 3a2b + 3ab2 – b3

g.      FPB dan KPK Bentuk Aljabar
·         KPK merupakan perkalian factor-faktor  prima yang berbeda dengan pangkat tertinggi.
·         FPB merupakan perkalian factor-faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil.
Contoh :
Tentukan KPK dan FPB dari 18a2b3c2 dan 12a3c5
18a2b3c2  = 2 x 32 x a2 x b3 x c2
12a3c5 = 22 x 3 x a3 x c5

KPK : 22 x 32 x a3 x b3 x c5 = 36a3b3c3
FPB :
Faktor yang sama :
2 dengan 22                 a2  dengan a3
3 dengan 32                 c2 dengan c5
Pilih factor terkecil maka FPB = 2 x 3 x a2 x c2 = 6a2c2

1.2.   Menguraikan bentuk aljabar kedalam faktor-faktornya
Materi Fakta
1.      Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.
2.      Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta.
3.      Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta dari
suatu suku pada bentuk aljabar.
4.      Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta
pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
d.      suku satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x, 4a2 , –2ab, ...
e.       Suku dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  a2+ 2,  x + 2y, 3x2 – 5x, ...
f.       Suku tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau selisih.
Contoh:  3x2 + 4x – 5,  2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari dua suku disebut suku banyak atau polinom.

Materi Konsep
Pemfaktoran atau faktorisasi bentuk aljabar adalah
menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu bentuk perkalian
dari bentuk aljabar tersebut.

Materi Prinsip
1.      Bentuk ax + ay + az + ... dan ax + bx – cx dapat difaktorkan dengan menggunakan sifat distributif :
ax + ay + az + ... = a(x + y + z + ...)
 ax + bx – cx = x(a + b – c)
2.      Bentuk Selisih Dua Kuadrat x2 – y2
x2 – y2 = ( x + y) (x – y )
3.      Bentuk x2 + 2xy +  y2 dan x2 – 2xy +  y2
x2 + 2xy +  y2 = ( x + y) ( x + y ) = (x + y)2
x2 – 2xy +  y2 = (x – y)( x – y) = (x –y)2

4.      Bentuk ax2 + bx + c dengan a = 1
X2+bx+c=(x+m)(x+n) dengan m x n = c dan m + n = b

5.      Bentuk ax2 + bx + c dengan a  ≠  1, a  ≠  0
a.       Menggunakan sifat distributive
ax 2 + bx + c = ax2  + px + qx + c dengan
          p  x q = a x c dan
           p + q = b
b.      Menggunakan rumus
ax 2 + bx + c =  (ax + m) (ax + n) dengan
          m x  n = a  x  c dan
           m + n = b
Materi Prosedur
1.      Faktorkanlah bentuk aljabar berikut
2x + 2y
Penyelesaian:
2x + 2y memiliki faktor sekutu 2, sehingga 2x + 2y = 2(x +y).
2.      Faktorkanlah bentuk aljabar berikut
 x2– 4
             Penyelesaian:
             x2 – 4 =  x2– 22
                        =  (x – 2) (x + 2)
3.      Faktorkanlah bentuk berikut p2+ 2pq + q2
Penyelesaian:
                                                                                       =  (p2+pq)+(pq+q2)
                                         = p(p+q)+q(p+q)
                                         = (p+q)(p+q)
                                         = (p+q)2

1.3.   Memahami relasi dan fungsi
Materi Fakta
Jika x anggota A (domain) dan y anggota B (kodomain) maka
fungsi f yang memetakan x ke y dinotasikan dengan f : x      y,
dibaca fungsi f memetakan x ke y atau x dipetakan ke y oleh fungsi f.
Materi Konsep
a.       Pengertian relasi
Relasi adalah suatu cara atau aturan yang memasangkan anggota suatu himpunan (kelompok) ke anggota himpunan lain.
b.      Pengertian Fungsi
Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah
relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B

Materi Prinsip
·         Syarat Suatu Fungsi :
1.      Harus ada himpunan yang merupakan daerah asal (domain).
2.      Harus ada himpunan yang merupakan daerah kawan (kodomain).
3.      Harus ada daerah hasil(range) yang merupakan himpunan bagian daei daerah kawan.
4.      Semua anggota daerah asal (domain) habis terpetakan.
5.      Anggota daerah asal (domain) tidak boleh terpetakan lebih dari satu (bercabang).

Materi Prosedur
Relasi
·         Himpunan A={Ani,Banu,Rudi,Dian}
Himpunan B={Renang,Basket,Voli}
Anggota-anggota himpunan A dan anggota-anggota himpunan  B dapat dihubungkan dengan relasi,yaitu “Menyukai Olahraga”.

·         Diketahui  A = {1, 2, 3, 4, 5, 6};  B = {1, 2, 3, ..., 12}; dan relasi dari A ke B adalah relasi “setengah dari”. Nyatakan relasi tersebut dalam bentuk diagram panah !
Penyelesaian :
Untitled.png
Fungsi
·         Pengambilan data mengenai berat badan dari enam siswa kelas VIII disajikan pada tabel berikut.
TABEL.png

Diagram Panah
tBEL.png

Dari diagram panah pada Gambar 2.6 dapat diketahui hal-
hal sebagai berikut :
a.       Setiap siswa memiliki berat badan.
Hal ini berarti setiap anggota A mempunyai kawan atau pasangan dengan anggota B.
b.      Setiap siswa memiliki tepat satu berat badan.
Hal ini berarti setiap anggota A mempunyai tepat satu kawan atau pasangan dengan anggota B.

1.4.   Menentukan nilai fungsi
Materi Fakta
·         Jika x anggota A (domain) dan y anggota B (kodomain) maka fungsi f yang memetakan x ke y dinotasikan dengan f : x      y, dibaca fungsi f memetakan x ke y atau x dipetakan ke y oleh fungsi f.
·         Nilai Fungsi
Jika bentuk f (x) = ax + b, maka nilai fungsi untuk x tertenu dapat ditentukan dengan substitusi x pada bentuk fungsi
 f(x) = ax + b.

Materi Konsep
a.       Pengertian Fungsi
Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah
relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B.
b.      Dua himpunan A dan B dikatakan berkorespondensi satu-satu jika semua anggota A dan B dapat dipasangkan sedemikian sehingga setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota A.

Materi Prinsip
·         Jika banyaknya anggota himpunan A adalah n(A) = a  dan banyaknya anggota himpunan B adalah n(B) = b maka
a.       Banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B adalah ba
b.      Banyaknya pemetaan yang mungkin dari B ke A adalah ab

·         Jika n(A) = n(B) = n maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin antara himpunan A dan B adalah
n! = n  x  (n – 1)  x  (n – 2)  x  ...  x  3  x  2 x 1.

Materi Prosedur
·         Diketahui f (x) =  4x – 1, nilai fungsi untuk x = 2 adalah
f (2) = 4 (2) – 1 = 7
Jadi nilai fungsi untuk x=2 adalah 7
·         Diketahui  f fungsi linear dengan  f(0) = –5 dan f(–2) = –9. Tentukan bentuk fungsi f(x).
Penyelesaian:
Karena f fungsi linear, maka f(x) = ax + b.
Dengan demikian diperoleh
f(0) = –5
f(0) = a (0) + b = –5
          0 + b = –5
               b = –5
Untuk menentukan nilai a, perhatikan langkah berikut.
f(–2) = –9
f(–2) = a (–2) + b = –9
               –2a – 5  = –9
                –2a       = –9 + 5
               –2a        = –4
                          a = 2
Jadi, fungsi yang dimaksud adalah f(x) = ax + b = 2x – 5.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Masalah

Bagaiamana guru dapat merancang dan menggunakan permasalahan dunia nyata, sehingga siswa dapat menguasai hasil belajar bagaimana bisa me...