Analisis Materi
Mata Pelajaran Kelas VIII SK-1
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Analisis Materi
|
|
1.
Memahami
bentuk aljabar, relasi, fungsi dan persamaan garis lurus.
|
1.1.
Melakukan
operasi aljabar
|
Materi Fakta
1. Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang
belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel
biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.
2.
Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan
tidak memuat variabel disebut konstanta.
3.
Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta
dari
suatu suku pada bentuk aljabar.
4.
Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau
konstanta
pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah
atau selisih.
a.
suku
satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x, 4a2 , –2ab, ...
b.
Suku
dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: a2+ 2, x + 2y, 3x2 – 5x, ...
c.
Suku
tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x2 + 4x – 5, 2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari
dua suku disebut suku banyak atau polinom.
Materi Konsep
Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang
dalam penyajiannya memuat huruf-huruf untuk mewakili bilangan yang belum
diketahui. Bentuk aljabar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang tidak diketahui seperti banyaknya
bahan bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap minggu, jarak yang
ditempuh dalam waktu tertentu, atau banyaknya makanan ternak yang dibutuhkan
dalam 3 hari, dapat dicari dengan menggunakan aljabar.
Materi Prinsip
Pada bentuk-bentuk aljabar berlaku
sifat-sifat penjumlahan
dan perkalian seperti pada bilangan bulat.
Beberapa sifat tersebut antara lain:
a.
Sifat komutatif penjumlahan, yaitu a + b = b + a
b.
Sifat asosiatif penjumlahan, yaitu a + (b + c) = (a + b) + c
c.
Sifat komutatif perkalian, yaitu a × b = b × a
d.
Sifat asosiatif perkalian, yaitu
a × (b × c) = (a × b) × c
e.
Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan, yaitu:
a × (b + c) = (a × b) + (a × c)
Materi Prosedur
a.
Penjumlahan
dan Pengurangan
·
Suku-suku
yang dijumlahkan atau dikurangkan harus suku yang sejenis
·
Suku
sejenis ditandai dengan variabal dan pangkat yang sama
Contoh
:
5x +
8y + 3x – 4y + 10 = (5x + 3x) + (8y – 4y) + 10
= 8x + 4y + 10
12x2
– 10x – 9x2 + 16x = (12x2 – 9x2) + (16x –
10x)
= 3x2
+ 6x
b.
Perkalian
Jika variable yang tak sejenis saling dikalikan maka
hasilnya adalah perkalian koefesien variable tersebut.
Contoh :
a x b =
ab
5p2 x 4q
= 20p2q
Jika variable sejenis saling dikalikan maka hasilnya
adalah koefisien variable tersebut dengan pangkatnya adalah jumlah pangkat
variable tersebut.
Contoh :
a 2 x a
= a 2+1
= a
3
5 a2
x 2 a3 = 10 a 2+3
c.
Pembagian
Jika variable-variabel yang tidak sejenis saling dibagi
maka hasilnya adalah pembagian koefisien variable tersebut.
Contoh :
a : b =
10 x : 2y =
Jika variable dibagi variable yang sejenis, hasilnya
sebagai berikut :
8a : 2a =
12a 2 : 4a =
=
= 3a
d.
Sifat
Distributif Perkalian
Rumus :
a(b + c) = ab + ac
a(b – c) = ab – ac
(a + b) x (c + d) = ac + ad + bc + bd
(a – b) x (c – d) = ac – ad – bc – bd
e.
Perpangkatan
Bentuk Aljabar
Rumus :
P2 = p x p
P3
= p x p x p
(ab)2 = ab x ab
f.
Perpangkatan
Bentuk Aljabar Suku Dua
Rumus :
(a + b)2 = a2 + 2ab + b2
(a + b)3 = a3 + 3a2b +
3ab2 + b3
(a – b)3 = a3 – 3a2b + 3ab2
– b3
g.
FPB
dan KPK Bentuk Aljabar
·
KPK
merupakan perkalian factor-faktor
prima yang berbeda dengan pangkat tertinggi.
·
FPB
merupakan perkalian factor-faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil.
Contoh :
Tentukan KPK dan FPB dari 18a2b3c2
dan 12a3c5
18a2b3c2 = 2 x 32 x a2 x b3
x c2
12a3c5 = 22
x 3 x a3 x c5
KPK : 22 x 32 x a3
x b3 x c5 = 36a3b3c3
FPB :
Faktor yang sama :
2 dengan 22 a2 dengan a3
3 dengan 32 c2 dengan c5
Pilih factor terkecil maka FPB = 2 x 3 x a2
x c2 = 6a2c2
|
|
1.2.
Menguraikan
bentuk aljabar kedalam faktor-faktornya
|
Materi Fakta
1.
Variabel
Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang
belum diketahui nilainya dengan jelas. Variabel disebut juga peubah. Variabel
biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z.
2.
Konstanta
Suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan
tidak memuat variabel disebut konstanta.
3.
Koefisien
Koefisien pada bentuk aljabar adalah faktor konstanta
dari
suatu suku pada bentuk aljabar.
4.
Suku
Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau
konstanta
pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah
atau selisih.
d.
suku
satu adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x, 4a2 , –2ab, ...
e.
Suku
dua adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: a2+ 2, x + 2y, 3x2 – 5x, ...
f.
Suku
tiga adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau
selisih.
Contoh: 3x2 + 4x – 5, 2x + 2y – xy, ...
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari
dua suku disebut suku banyak atau polinom.
Materi Konsep
Pemfaktoran atau faktorisasi bentuk aljabar
adalah
menyatakan bentuk penjumlahan menjadi suatu
bentuk perkalian
dari bentuk aljabar tersebut.
Materi Prinsip
1.
Bentuk
ax + ay + az + ... dan ax + bx – cx dapat difaktorkan dengan menggunakan
sifat distributif :
ax + ay + az + ... = a(x + y + z + ...)
ax + bx – cx =
x(a + b – c)
2.
Bentuk
Selisih Dua Kuadrat x2 – y2
x2 – y2 = ( x + y) (x – y )
3.
Bentuk
x2 + 2xy + y2
dan x2 – 2xy + y2
x2 + 2xy +
y2 = ( x + y) ( x + y ) = (x + y)2
x2 – 2xy +
y2 = (x – y)( x – y) = (x –y)2
4.
Bentuk
ax2 + bx + c dengan a = 1
X2+bx+c=(x+m)(x+n)
dengan m x n = c dan m + n = b
5.
Bentuk
ax2 + bx + c dengan a
≠ 1, a ≠ 0
a.
Menggunakan
sifat distributive
ax 2 +
bx + c = ax2 + px + qx + c
dengan
p
x q = a x c dan
p + q = b
b.
Menggunakan
rumus
ax 2 +
bx + c =
m x
n = a x c dan
m + n = b
Materi Prosedur
1.
Faktorkanlah
bentuk aljabar berikut
2x + 2y
Penyelesaian:
2x + 2y memiliki faktor sekutu 2, sehingga
2x + 2y = 2(x +y).
2.
Faktorkanlah
bentuk aljabar berikut
x2– 4
Penyelesaian:
x2 – 4 = x2–
22
= (x – 2) (x + 2)
3.
Faktorkanlah
bentuk berikut p2+ 2pq + q2
Penyelesaian:
= p(p+q)+q(p+q)
= (p+q)(p+q)
= (p+q)2
|
|
|
1.3.
Memahami
relasi dan fungsi
|
Materi Fakta
Jika x anggota A (domain) dan y anggota B
(kodomain) maka
dibaca fungsi f memetakan x ke y atau x
dipetakan ke y oleh fungsi f.
Materi Konsep
a.
Pengertian
relasi
Relasi adalah suatu cara atau aturan yang memasangkan
anggota suatu himpunan (kelompok) ke anggota himpunan lain.
b.
Pengertian
Fungsi
Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah
relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B
Materi Prinsip
·
Syarat
Suatu Fungsi :
1.
Harus
ada himpunan yang merupakan daerah asal (domain).
2.
Harus
ada himpunan yang merupakan daerah kawan (kodomain).
3.
Harus
ada daerah hasil(range) yang merupakan himpunan bagian daei daerah kawan.
4.
Semua
anggota daerah asal (domain) habis terpetakan.
5.
Anggota
daerah asal (domain) tidak boleh terpetakan lebih dari satu (bercabang).
Materi Prosedur
Relasi
·
Himpunan
A={Ani,Banu,Rudi,Dian}
Himpunan B={Renang,Basket,Voli}
Anggota-anggota himpunan A dan anggota-anggota
himpunan B dapat dihubungkan dengan
relasi,yaitu “Menyukai Olahraga”.
·
Diketahui A = {1, 2, 3, 4, 5, 6}; B = {1, 2, 3, ..., 12}; dan relasi dari A
ke B adalah relasi “setengah dari”. Nyatakan relasi tersebut dalam bentuk
diagram panah !
Penyelesaian :
![]()
Fungsi
·
Pengambilan
data mengenai berat badan dari enam siswa kelas VIII disajikan pada tabel
berikut.
![]()
Diagram Panah
![]()
Dari diagram panah pada Gambar 2.6 dapat diketahui hal-
hal sebagai berikut :
a.
Setiap
siswa memiliki berat badan.
Hal ini berarti
setiap anggota A mempunyai kawan atau pasangan dengan anggota B.
b.
Setiap
siswa memiliki tepat satu berat badan.
Hal ini berarti
setiap anggota A mempunyai tepat satu kawan atau pasangan dengan anggota B.
|
|
|
1.4.
Menentukan
nilai fungsi
|
Materi Fakta
·
Jika
x anggota A (domain) dan y anggota B (kodomain) maka
·
Nilai
Fungsi
Jika bentuk f (x) = ax + b, maka nilai fungsi untuk x
tertenu dapat ditentukan dengan substitusi x pada bentuk fungsi
f(x) = ax + b.
Materi Konsep
a.
Pengertian
Fungsi
Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah
relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan
tepat satu anggota B.
b.
Dua
himpunan A dan B dikatakan berkorespondensi satu-satu jika semua anggota A
dan B dapat dipasangkan sedemikian sehingga setiap anggota A berpasangan
dengan tepat satu anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat
satu anggota A.
Materi Prinsip
·
Jika
banyaknya anggota himpunan A adalah n(A) = a
dan banyaknya anggota himpunan B adalah n(B) = b maka
a.
Banyaknya
pemetaan yang mungkin dari A ke B adalah ba
b.
Banyaknya
pemetaan yang mungkin dari B ke A adalah ab
·
Jika
n(A) = n(B) = n maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin antara
himpunan A dan B adalah
n! = n x (n – 1)
x (n – 2) x
... x 3
x 2 x 1.
Materi Prosedur
·
Diketahui
f (x) = 4x – 1, nilai fungsi untuk x = 2 adalah
f (2) = 4 (2) – 1 = 7
Jadi nilai fungsi untuk x=2 adalah 7
·
Diketahui f fungsi linear dengan f(0) = –5 dan f(–2) = –9. Tentukan bentuk
fungsi f(x).
Penyelesaian:
Karena f fungsi linear, maka f(x) = ax + b.
Dengan demikian diperoleh
f(0) = –5
f(0) = a (0) + b = –5
0 + b =
–5
b
= –5
Untuk menentukan nilai a, perhatikan langkah berikut.
f(–2) = –9
f(–2) = a (–2) + b = –9
–2a – 5 = –9
–2a = –9 + 5
–2a = –4
a = 2
Jadi, fungsi yang dimaksud adalah f(x) = ax + b = 2x –
5.
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar